5493. KAJIAN RAMADHAN : BENCANA - BENCANA BESAR DALAM SAKAROTUL MAUT (1) [ KITAB IHYA' 'ULUMIDDIN ]

KAJIAN RAMADHAN : BENCANA - BENCANA BESAR DALAM SAKAROTUL MAUT (1) [ KITAB IHYA' 'ULUMIDDIN ]
Oleh:Yai Muh Jayus 

 بسم الله الرحمن الرحيم
BENCANA BENCANA BESAR DALAM SAKAROTUL MAUT.
Dalam Kitab
إحياءُ علومِ الدين ٤ ص ٤٤٨ مكتبة دار احياء
فإن دواهي الموت ثلاث. الأول شدة النزع كما ذكرناه
Makna; Bencana-bencana besar dalam mengalami kematian ada tiga : yg pertama adalah dasyatnya pencabutan ruh. Seperti apa yg telah kami sebutkan.
-----
Dalam kitab ihya karya Imam Alghozali diterangkan, ada tiga bencana besar yg akan kita hadapi ketika ajal menjemput.
Yg pertama adalah dasyatnya pencabutan ruh. Bencana-bencana ini blm ditambah bencana yg dibikin sendiri oleh orang-orang sprt sakitnya berpisah dari istri yg masih cantik, harta yg melimpah dll ..
Untuk mengetahui pembahasan bencana dasyat yg pertama ini maka kita ke juz 4 halaman 445 dan memakan hampir 4 halaman.
واعلم أن شدة الألم في سكرات الموت لا يعرفها بالحقيقة إلا من ذاقها ومن لم يذقها فإنما يعرفها إلا بالقياس إلى الآلام التي أدركها وإما الاستدلال بأحوال الناس في النزع على شدة ما هم فيه

Makna;
Ketahuilah olehmu : Sungguh dasyatnya kesakitan dalam sakarotulmaut itu orang tidak bisa mengetahuinya secara nyata kecuali orang yg merasakannya (mengalaminya). Dan orang yg tidak merasakannya , maka dia tidak bisa mengetahuinya kecuali dg qiyas kepada kesakitan2 yg dia bisa menyaksikannya. Dan adakalanya mengetahui dg mengambil petunjuk pada keadaan2 manusia ketika dalam naza' (pencabutan ruh oleh malaikat) atas dasyatnya apa yg mereka sedang alami.
فأما القياس الذي يشهد له فهو أن كل عضو لا روح فيه فلا يحس بالألم فإذا كان فيه الروح فالمدرك للألم هو الروح فمهما أصاب العضو جرح أو حريق سرى الأثر إلى الروح فيقدر ما يسري إلى الروح يتألم والمؤلم يتفرق على اللحم والدم وسائر الأجزاء فلا يصيب الروح إلا بعض الألم فإن كان في الآلام ما يباشر نفس الروح ولا يلاقي غيره فما أعظم ذلك الألم وما أشده
Makna;
Maka adapun qiyas yg bisa disaksikan darinya adalah bahwa sungguh setiap anggota badan yg tidak ada ruh didalamnya maka tidak akan merasa sakit , Maka ketika ada ruh didalamnya (maka baru bisa merasakan sakit), maka yg merasakan sakit dia adalah RUH. Maka kala anggota tubuh terkena luka ataupun terbakar , maka dampaknya (sakitnya) akan menjalar kepada ruh. Maka seukuran apa yg menjalar kepada ruh , maka ruh mengalami/merasa sakit. Dan yg merasakan sakit terpisah2 kepada daging, darah, dan seluruh bagian tubuh. Maka tidaklah mengenai ruh kecuali hanya sebagian kesakitan. Maka jika yg mengalami kesakitan-kesakitan ini adalah yg langsung bersentuhan dg diri ruh itu sendiri dan tidak mengenai yg lain maka betapa besarnya rasa kesakitan itu , dan betapa dasyatnya.
والنزع عبارة عن مؤلم نزل بنفس الروح فاستغرق جميع أجزائه حتى لم يبق جزء من أجزاء الروح المنتشر في أعماق البدن إلا وقد حل به الألم فلو أصابته شوكة فالألم الذي يجده إنما يجري في جزء من الروح يلاقي ذلك الموضع الذي أصابته الشوكة وإنما يعظم أثر الاحتراق لأن أجزاء النار تغوص في سائر أجزاء البدن فلا يبقى جزء من العضو المحترق ظاهرا وباطنا إلا وتصيبه النار فتحسه الأجزاء الروحانية المنتشرة في سائر أجزاء اللحم
Makna;
Naza' (pencabutan ruh) adalah tetembungan dari sesuatu yg menyakitkan yg turun pada pribadi ruh kemudian menenggelamkan seluruh bagian ruh, sehingga tidak tersisa satu bagianpun dari bagian-bagian ruh yg menjalar menyebar jauh dalam badan kecuali sungguh benar2 kesakitan menempatinya.
Andai sebuah duri mengenai badan maka kesakitan yg menemuinya sungguh hanya berjalan pada satu bagian ruh yg bagian ruh tersebut terhubung pada tempat yg terkena duri.
Dan sungguh dampak terbakar (jika tubuh terbakar_m.j) menjadi besar karena sungguh bagian2 api menyelam masuk kedalam semua bagian2 tubuh maka tidak tersisa satu bagianpun dari anggota badan _yg terbakar_ baik dhohir dan bathin kecuali api mengenainya , maka bagian2 ruhaniyah yg tersebar diseluruh bagian2 daging merasakan kesakitan dari pembakaran api ini.
وأما الجراحة فإنما تصيب الموضع الذي مسه الحديد فقط فكان لذلك ألم الجرح دون ألم النار
Makna;
Dan adapun terluka bedah (misal terbabat) maka sungguh hanya mengenai tempat yg besi mengenainya saja, maka derita sakit luka karenanya lebih rendah (ringan) dari terbakar api.
فألم النزع يهجم على نفس الروح ويستغرق جميع أجزائه فإنه المنزوع المجذوب من كل عرق من العروق وعصب من الأعصاب وجزء من الأجزاء ومفصل من المفاصل ومن أصل كل شعرة وبشرة من الفرق إلى القدم فلا تسأل عن كربة وألمه حتى قالوا إن الموت لا شد من ضرب بالسيف ونشر بالمناشير وقرض بالمقاريض لأن قطع البدن بالسيف إنما يؤلم لتعلقه بالروح فكيف إذا كان المتناول المباشر نفس الروح
Makna;
Maka Sakit pedihnya naza' (dicabutnya ruh) menyerbu Ruh itu sendiri dan menenggelamkan seluruh bagian2nya maka sungguh Ruh dicabut ditarik dari setiap urat dari urat2 nadi tubuh, Ruh ditarik dicabut dari setiap syaraf dari syaraf2 tubuh dan dari setiap bagian dari bagian2 tubuh, dan dari setiap sambungan dari sambungan2 tubuh, dan dari pangkal tiap rambut dan kulit dari belahan rambut sampai telapak kaki. Maka janganlah kamu bertanya tentang penderitaan dan kesakitannya.
Sehingga mereka (ulama) berkata :
"Sungguh kematian itu LEBIH DASYAT DARIPADA DIPOTONG DENGAN PEDANG, LEBIH DASYAT DARI PADA DIGOROK2 (dimutilasi) DENGAN BANYAK GERGAJI , lebih dasyat daripada digunting-gunting dengan banyak gunting. Karena sungguh terpotongnya badan oleh pedang itu sungguh hanya menyakiti karena badan (yg terpotong) tertaut dengan ruh, bagaimana ketika yg direnggut yg ditandangi langsung adalah Ruh itu sendiri?
وإنما يستغيث المضروب ويصيح لبقاء قوته في قلبه وفي لسانه وإنما انقطع صوت الميت وصياحه من شدة ألمه لأن الكرب قد بالغ فيه وتصاعد على قلبه وبلغ كل موضع منه فهد كل قوة وضعف كل جارحة فلم يترك له قوة الاستغاثة أما العقل فقد غشيه وشوشه وأما اللسان فقد أبكمه وأما الأطراف فقد ضعفها
Makna;
Dan sesungguhnya orang yg ditebas masih mampu meminta tolong dan menjerit itu karena masih bertahan kekuatan didalam hatinya dan didalam lisannya. Dan sesungguhnya terputusnya suara orang yg sedang mengalami kematian dan terputus jeritannya (tidak menjerit2 berteriak2) itu karena dari dasyatnya dia merakan sakit. Karena sungguh penderitaan benar2 dia telah sampai puncak dalam penderitaan. Dan terus naik penderitaan itu pada hatinya dan sampai pada setiap tempat darinya. Maka dasyatnya penderitaan naza' telah memusnahkan segala kekuatan dan melemahkan segala anggota badan , maka tidak tersisa baginya kekuatan untuk meminta tolong. Adapun akal , maka dasyatnya penderitaan naza' telah benar2 menghilangkan kesadarannya dan membingungkannya. Dan adapun lisan, maka dasyatnya penderitaan naza' telah benar2 membisukannya. Dan adapun anggota2 badan , maka dasyatnya penderitaan naza' telah benar2 melemahkannya.
ويود لو قدر على الاستراحة بالأنين والصياح والاستغاثة ولكنه لا يقدر على ذلك فإن بقيت فيه قوة سمعت له عند نزع الروح وجذبها خوارا وغرغرة من حلقه وصدره وقد تغير لونه واربد حتى كأنه ظهر منه التراب الذي هو أصل فطرته وقد جذب منه كل عرق على حياله فالألم منتشر في داخله وخارجه حتى ترتفع الحدقتان إلى أعالي أجفانه وتتقلص الشفتان ويتقلص اللسان إلى أصله وترتفع الأنثيان إلى أعالي موضعهما وتخضر أنامله
Makna;
Dia (orang yg sedang naza') ingin andai dia kuasa untuk beristirahat dg jalan merintih ,mengerang dan berteriak menjerit dan meminta tolong, akan tetapi dia tidak kuasa melakukan itu semua. Maka jika masih tersisa kekuatan padanya (org yg sedang naza') , maka anda mendengar darinya _ketika dicabutnya ruh dan ditariknya ruh_ suara lenguhan dan suara berkumur dari tenggorokan (ngorok ditenggorokannya) dan dadanya. Dan benar2 telah berubah warna (kulit) nya dan berubah warna seperti debu , sehingga seperti sungguh muncul debu darinya. Debu yg adalah asal penciptaanya. Dan telah ditarik darinya semua urat dengan daya kekuatannya. Maka rasa sakitnya menyebar di bagian dalamnya dan luarnya sampai naik ke kedua bola matanya sampai kedua pelupuk atas kedua matanya dan menyusut kedua bibirnya dan lidahnya mengkerut keasalnya. Dan naik kedua testis (prejilan) nya ke bagian atas tempat keduanya. Dan jadi hijau (menghitam) ujung jari2nya.
فلا تسل عن بدن يجذب منه كل عرق من عروقه ولو كان المجذوب عرقا واحدا لكان ألمه عظيما فكيف والمجذوب نفس الروح المتألم لا من عرق واحد بل من جميع العروق ثم يموت كل عضو من أعضائه تدريجا فتبرد أولا قدماه ثم ساقاه ثم فخذاه ولكل عضو سكرة بعد سكرة وكربة بعد كربة حتى يبلغ بها إلى الحلقوم فعند ذلك ينقطع نظره عن الدنيا وأهلها ويغلق دونه باب التوبة وتحيط به الحسرة والندامة وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تقبل توبة العبد ما لم يغرغر

Makna; Maka jangan anda bertanya tentang badan yg ditarik dicabut darinya seluruh urat dari urat2 badan. Dan andaikan yg ditarik dicabut hanya satu urat , maka sungguh rasa sakitnya sangat besar. Maka Bagaimana yg ditarik dicabut adalah ruh itu sendiri , yg menderita rasa sakit bukan hanya satu urat tapi semua/seluruh urat2 tubuh. Kemudian matilah setiap anggota badan dari anggota2 badannya secara bertahap , maka menjadi dingin _pada permulaannya_ kedua telapak kakinya kemudian kedua betisnya, kemudian kedua pahanya. Dan pada tiap anggota badan ini mengalami sekarat pati setelah sekarat pati, dan penderitaan setelah penderitaan, sehingga sampai sekarat pati ini ke tenggorokan. Maka ketika itu berlangsung maka terputuslah penglihatannya dari dunia dan ahlinya. Dan ditutup baginya pintu taubat , dan duka cita _kegagalan_ dan penyesalan menyelimutinya. Dan telah bersabda Rosululloh ﷺ : "Diterima taubat seorang hamba selagi hamba itu belum berkumur2 dalam tenggorokan (ngorok ditenggorokan karena sakarotul maut)"
والله أعلم
Sebagai harapan lubuk hati akan syafaat saya sertakan sholawat ini semoga abadi.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَاصَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَآلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
bersambung..., insyaalloh...
                              
 
Notes: https://ift.tt/2Lavak6


                            # Rabbi zidna 'ilman nafi'a #

Subscribe to receive free email updates: